Cara Budidaya Tanaman Labu Siam (Jipang) Yang Baik

Labu siam merupakan jenis labu yang banyak di minati oleh konsumen dibandingkan dengan labu lainya. Tanaman ini tumbuh secara merambat. Maka dari itu perlu di buatkan rambatan untuk di gunakan sebagai penopang.

Labu sendiri ada tiga macam:

  1. Labu parang, ini merupakan labu yang biasa digunakan untuk membuat kolak. Disebut juga waluh.
  2. Labu air, labu jenis ini memiliki bentuk bulat memanjang dan berwarna hijau muda. Labu ini juga tumbuh secara merambat.
  3. Labu siam, labu ini juga dinamakan Jipang. Biasa di gunakan sayuran.

Tanaman labu siam ini dapat tumbuh pada daerah yang berketinggian 200-1.000 m dpl. Tanaman ini dapat tumbuh dengan baik pada tanah yang kering, gembur, subur, memiliki drainase area yang baik serta pH tanah 5 - 6,5.


Buah labu siam biasa di manfaatkan sebagai sayur. Sedangkan labu siam yang masih muda biasanya juga dipakai untuk lalapan. Tanaman ini berkhasiat melancarkan keluarnya air seni, menurunkan tekanan darah tinggi, mengurangi serangan jantung, serta melarutkan batu ginjal.

Cara usaha budidaya labu siam ialah:
  • Persiapan Benih
Benuh labu siam bisa di dapat dari tanaman induk yang sudah tua. Induk yang sudah tua ini nantinya di ambil bijinya. Jika ingin lebih mudah, biji ini bisa di beli di toko pertanian.

Biji ini harus bebas dari hama dan penyakit serta mempunyai produktivitas buah yang tinggi. Buah yang di jadikan benih di peram di tempat lembab sampai keluar tunasnya.

Cara memilih benih yang baik adalah dengan cara merendamnya di dalam air. Bila benih tenggelam maka itulah benih yang baik. Benih yang di butuhkan untuk luas area tanah 100 m persegi ialah 22 - 33 biji.
  • Pengolahan Tanah
Sebelum di tanami, tanah terlebih dahulu di olah. Pengolahan di lakukan dengan mencangkul lahan sebanyak dua kali agar tanah benar-benar gembur. Lahan di cangkul dengan kedalaman 25 cm.

Lahan untuk penanaman labu siam ini tidak perlu di buat bedengan. Akan tetapi cukup di buatkan parit di sekeliling lahan guna bertujuan untuk drainase air yang baik.

Saat pengolahan tanah alangkah lebuh baik bila tanah di campur dengan pupuk kandang. Pilihlah pupuk kandang yang sudah matang dan campur dengan tanah lalu diamkan tanah selama 1 minggu baru di tanam.
  • Penanaman
Setelah lahan siap tanam, langkah selanjutnya ialah membuat lubang menggunakan tugal. Tugal ini bisa di buat dari kayu. Untuk benih yang di buat langsung dari indukan, maka lebar lubang buatlah agak besar. Setelah benih di masukkan maka tutuplah lubang dengan tanah tipis-tipis. Jarak antar lubang ialah 3m x 3m.
  • Pemeliharaan
Setelah benih di tanam, maka langkah selanjutnya pemeliharaan. Pemeliharaan yang pertama ialah penyiraman. Penyiraman ini di lakukan setiap pagi dan sore hari. Hal ini berguna untuk merangsang pertumbuhan. Diharapkan nantinya pertumbuhan buah akan semakin cepat. Tanaman ini biasanya akan berbuah setelah 7 - 10 hari.

Kemudian langkah selanjutnya ialah penyiangan gulma. Gulma ini ialah rumput-rumput liar yang mengganggu pertumbuhan tanaman. Rumput ini haruslah di cabut atau bisa juga dengan cara mencangkul tanah agar rumput terangkat ke atas. Penyiangan atau pembersihan gulma ini di lakukan dua minggu sekali.

Setelah beberapa hari tanam, maka tanaman akan mengeluarkan sulur-sulurnya. Maka, kita harus membuatkan para-para atau rambatan untuk sulur-sulur ini. Para-para ini berguna untuk menopang sulur-sulur yang kelak nantinya akan mengeluarkan buah.
  • Pemangkasan tanaman
Pemangkasan tanaman di lakukan setelah tanaman berumur 3 - 6 minggu. Pemangkasan bertujuan agar tunas menyebar dengan baik. Sehingga nantinya buah akan tumbuh banyak dan merata.

Pemangkasan di lakukan pada cabang-cabang tanaman yang tua. Tanaman yang sudah tua ini tidak dapat tumbuh lagi. Maka perlu di lakukan pemotongan pada ujung tanaman agar dapat tumbuh tunas muda lagi. Sementara daun-daun tua yany sudah tidak produktif juga sebaiknya dibuang.
  • Pemupukan
Pemupukan ini di lakukan saat tanaman berumur dua minggu. Pemupukan dilakukan dengan cara menggunakan pupuk NPK sebanyak 100 gram per lubang.

Cara pemupukannya ialah dengan membuat lubang berjarak sekitar 20 cm dari tanaman. Pupuk ini di benamkan ke dalam lubang tersebut. Kemudian di tutup kembali dengan tanah.
  • Penanggulangan hama dan penyakit
Hama yang sering menyerang tanaman labu siam ialah:
  1. Kepik, hama ini biasanya menyerang buah dan daun labu siam. Gejala yang di akibatkan diantaranya buah menjadi lembek dan busuk. Sementara itu, daunya akan menjadi kering bagian tengah.
  2. Ulat grayak, ulat ini menyerang daun pada tanaman. Bahkan bisa sampai tersisa tulang daunya saja. Biasanya ulat grayak menyerang tanaman pada malam hari.
  3. Lalat buah, lalat ini menyerang dengan cara meletakkan telurnya di dalam buah. Sehingga nantinya buah akan menjadi busuk.
  4. Penyakit layu, penyakit ini menyerang bibit tanaman atau tanaman muda. Gejalanya ialah daun menjadi layu dan mengerut.
Pemberantasannya ialah dengan cara menyemprotkan insektisida. Dosis yang di anjurkan ialah 1 - 2 ml per liter air untuk dua tanaman. Jadi untuk luasan 100 m persegi membutuhkan 10 - 20 ml insektisida.

Untuk buah dapat di cegah dengan mwmbrongsong buah selagi buah masih kecil. Selain itu, untuk menanggulangi tanaman, dapat di semprotkan fungisida dosis 2 gram per liter air untuk dua tanaman.

Penyemprotan tanaman di lakukan setelah tanaman berumur satu bulan. Atau bisa di lakukan saat timbulnya gejala serangan.
  • Pemanenan
Labu siam dapat di panen saat tanaman berumur empat bulan. Buah labu siam ini dapat di panen apabila lebih dari separuh buah yang ada telah memenuhi syarat untuk di panen.

Buah yang dipanen sebaiknya belum keras betul durinya. Cara memanen buah dengan cara memotoong tangkainya menggunakan pisau dan di jaga agar buah tidak jatuh ke tanah.

Subscribe to receive free email updates:

1 Response to "Cara Budidaya Tanaman Labu Siam (Jipang) Yang Baik"